Sinta Tantra, seorang seniman Inggris keturunan Bali akan memiliki pameran tunggal yang berjudul Constellation of Being pada akhir tahun ini dengan ISA Art and Design yang dikuratori oleh Sadiah Boonstra pada tanggal 6 Agustus – 3 September 2022 di Wisma 46, Jakarta.

Constellation of Being

Mengenal Sinta Tantra

Karya – karya dari Sinta Tantra berfokus pada lingkungan. Baik karya seni maupun ruang di sekitarnya mampu menciptakan harmoni, meningkatkan keindahan, sekaligus menyampaikan sejarah dan pesan di balik karya-karya tersebut. Karya – karyanya telah dikenal secara internasional karena caranya bermain dengan warna, bentuk, dan geometri; bentuk dan garis yang terintegrasi dengan indah untuk menciptakan karya seni yang bermakna. Menurut Tantra, warna sangat penting dalam praktiknya karena berfungsi sebagai jembatan antara bahasa seni dan industri. Kombinasi abstraksi dan modernisme memungkinkan penonton untuk terlibat dan menciptakan narasi mereka sendiri yang mungkin berbeda.

 

Tantra pernah dihadapkan dengan stereotip dimana ia diharapkan untuk menciptakan sesuatu yang lucu, feminim, dan dalam ukuran kecil. Hal inilah yang semakin memotivasinya untuk membuat lukisan abstrak dan terstruktur. Selain itu, latar belakang dan perbedaan budaya yang ia alami karena harus berpindah – pindah di Indonesia, Amerika Serikat, dan Inggris juga berkontribusi pada karya-karyanya. Warna – warna cerah / pop-tropis yang sering ia gunakan dalam lukisan – lukisannya terinspirasi oleh budaya dan lingkungan Bali, serta pop Amerika tahun 1980-an.

 

Tantra lebih tertarik pada seni publik karena memungkinkan dia untuk membuat karya yang bersinggungan dengan ruang arsitektur dan tidak dibatasi oleh kanvas. Karena karya – karyanya sering memperkuat fungsionalitas bangunan di sekitarnya, sering terlihat bahwa karya seni dua dimensi berinteraksi secara harmonis dengan lingkungan tiga dimensi, baik yang dekoratif maupun fungsional, publik dan juga privat.

 

Ketertarikannya pada karya seni yang bisa bermain dengan ruang arsitektur dimulai ketika ia mengambil gelar pascasarjana di Royal Academy of Arts pada tahun 2006. Baginya, seni publik akan memberinya kesempatan untuk menciptakan karya seni yang akan resonansi dengan ruang dengan menyuntikkan warna, garis, dan bentuk. Selain itu, seni publik juga penting karena ia percaya karya seni dapat mengajarkan orang untuk menghargai seni, dan belajar pentingnya mengekspresikan pikiran dan perasaan seseorang.

 

 

Constellation of Being

Setelah sukses melakukan pameran dengan ISA Art and Design pada tahun lalu dengan berjudul Spaces dan Buah Tangan, pada tahun ini ia akan kembali memiliki pameran tunggal dengan ISA Art and Design yang dikuratori oleh Sadiah Boonstra, berjudul Constellation of Being.

Constellations of Being ini merupakan seri lukisan baru dari Tantra yang berkisar pada cerita dan sejarah keluarga yang ia selidiki selama pandemi. Mengambil inspirasi dari siluet terumbu karang dan dedaunan tropis, mengambang dengan latar belakang bentuk geometris dan linen mentah. Garis-garis motif yang digambar dari pelukis – pelukis Eropa seperti Henri Matisse dan Jean Arp berlapis-lapis dengan bentuk figuratif yang menggambar pada seniman Bali Nyoman Lempad sedangkan instalasi Constellation of Being (2022) mengambilreferensi dari Lee Ufan. Lukisan Tantra menciptakan ruang bergambar di mana modernisme Eropa berpadu dengan warisan dan identitas Bali-nya. Klik juga disini untuk liat artikel kita yang lain ya, Hearoes!

 

 

0
0

Written by:

Leave a Comment

Your email address will not be published.